Pengikut

Rabu, 02 Desember 2015

DAMPAK NEGATIF DARI ES BATU

DAMPAK NEGATIF DARI ES BATU



Cuaca pada saat ini sangat sulit diprediksi kadang panas kadang hujan sehingga membuat kondisi tubuh sulit untuk beradaptasi terhadap cuaca yang tidak menentu. Ketika cuaca panas melanda, terik matahari yang begitu panas membuat setiap orang akan merasa kehausan, dan yang terbayang untuk mengatasi kehausan adalah minuman dingin yang dapat menghilangkan rasa haus seketika. Tapi dibalik minuman dingin tersebut terdapat benda padat yang sering disebut ES BATU  ternyata berakibat buruk bagi kesehatan. Harga untuk satu es balok cukup murah hanya berkisar Rp 6.000 sampai Rp 7.000. Selain menggunakan bahan berbahaya, proses pembuatan es batu di pabrik tidak dilakukan secara bersih dan steril. Menurut ahli pangan, bakteri yang ada dalam air mentah tidak mati meski dalam kondisi beku. Bakteri baru bisa mati jika lama berada di lingkungan beku. Jika masuk ke dalam tubuh, bakteri ini bisa membahayakan kesehatan.
Kebanyakan es batu atau es balok dibuat menggunakan air mentah. Tak jarang airnya berasal dari sungai yang disuling dan ditambahkan bahan kimia sebagai penjernih. Kemudian dimasukan ke dalam pendingin dan jadilah es batu atau es balokEs batu merupakan air yang dibekukan, yang didinginkan di bawah 0 ÂșC. Es batu digunakan sebagai pelengkap atau sebagai bahan tambahan minuman, juga digunakan sebagai salah satu metode atau cara pengawetan bahan-bahan makanan, daging ikan, makanan dalam kaleng, serta digunakan untuk pendingin minuman. Studi di beberapa negara menunjukkan bahwa es batu yang digunakan dalma makanan dan minuman yang dibuat pabrik es mengandung Escherichia coli, dan baktericoliform. Kehadiran kuman-kuman tersebut disebabkan rendahya kualitas sumber air.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jasmine Roberts terhadap es batu yang terdapat pada rumah makan siap saji di wilayah Florida Selatan menunjukkan 70% es batu restoran siap saji mempunyai lebih banyak kuman dibandingkan air toilet (Lampung Post, 2006). Penelitian yang dilakukan oleh WTHR- Indianapolis News and Weather terhadap 25 sampel es dari bar dan restoran terkenal di Indianapolis menujukkan 13 dari 25 sampel es tersebut memberikan hasil positif Escherichia coli (Segall,2008). Penelitian yang dilakukan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarkat institut pertanian Bogor terhadap proses pembuatan dan distribusi es batu menunjukkan 14 dari 31 sampel es memberikan hasil positif terhadap kontaminasi Escherichia coli (Antung S.F, 2006). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tindakan kontaminasi bakteri Escherichia coli dan bakteri enterobacteriaceae lain pada es batu di tiga rumah makan ayam goreng siap saji.

            
                           KESIMPULAN
             Didapatkan kesimpulan bahwa media promosi kesehatan mengenai dampak negatif es             batu cukup diperlukan karena fenomena ini sangat memprihatinkan, lantaran sudah di ketahui             bahwa pembuatan es batu itu tak memakai prosedur standard yang diharuskan untuk                             menghasilkan barang mengkonsumsi pangan. Maka dengan adanya karya tulis ini semoga                   pembaca dapat mulai mengurangi pengkonsumsian es batu terutama es batu yang kita beli di               luar yang kita tidak mengetahui kebersihannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar